Markbiz, 22 Juli 2026 | Tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji dihadapkan pada tantangan biaya dan panjangnya masa tunggu keberangkatan. Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan solusi pembiayaan yang memungkinkan calon jemaah memperoleh nomor porsi lebih awal tanpa harus menunggu dana terkumpul sepenuhnya.
Direktur WOM Finance, Paulus Cholot Janala, mengatakan perusahaan menghadirkan produk pembiayaan syariah HajiKu sejak kuartal II 2025 sebagai upaya membantu masyarakat merencanakan ibadah haji lebih dini.
“Kami hadir sebagai solusi pembiayaan syariah yang memudahkan masyarakat agar persiapan ibadah haji menjadi lebih terencana, amanah, dan menenangkan karena telah memenuhi prinsip syariah,” ujar Paulus dalam wawancara tertulis melalui email.
Menurutnya, panjangnya antrean haji menjadi salah satu alasan utama masyarakat perlu mulai mempersiapkan keberangkatan sejak dini. Melalui pembiayaan tersebut, calon jemaah diharapkan dapat memperoleh nomor porsi haji lebih cepat.
“Kami memahami besarnya kerinduan masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci. Dengan masa tunggu yang kian panjang, HajiKu hadir sebagai jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan porsi haji lebih awal. Tujuan kami sederhana, memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang setara untuk merencanakan ibadah haji dengan solusi pembiayaan yang inklusif dan terjangkau,” ungkap Paulus.
Paulus menjelaskan, produk tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari karyawan, profesional, hingga pelaku usaha. Perusahaan tidak menetapkan batas minimal pendapatan, melainkan melakukan penilaian berdasarkan kemampuan membayar masing-masing calon nasabah.
“Kami lebih mengedepankan analisis kemampuan pembayaran yang personal dan fleksibel, sehingga setiap nasabah memperoleh struktur pembiayaan yang sesuai dengan profil keuangannya,” lanjutnya.
Dalam memperkenalkan produk, WOM Finance mengedepankan strategi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merencanakan ibadah haji sejak dini. Edukasi dilakukan melalui kolaborasi dengan ekosistem syariah, jaringan kantor cabang, serta pemanfaatan kanal digital.
Tenor Panjang dan Angsuran Tetap
HajiKu menawarkan fasilitas pembiayaan hingga Rp25 juta per nasabah. Salah satu keunggulannya adalah fleksibilitas pendaftaran anggota keluarga dalam satu pengajuan, pilihan tenor yang panjang, serta angsuran tetap sehingga memudahkan perencanaan keuangan keluarga.
“Nasabah dapat mengajukan pembiayaan sekaligus mendaftarkan anggota keluarga, mempercepat perolehan nomor porsi tanpa harus menunggu dana terkumpul penuh. Dengan pilihan tenor panjang dan angsuran yang tetap nilainya, kami memastikan ibadah haji dapat direncanakan tanpa membebani arus kas keluarga,” tutur Paulus.
Meski belum membeberkan nilai penyaluran pembiayaan maupun tingkat pertumbuhannya secara rinci, Paulus menilai prospek pembiayaan syariah untuk haji masih sangat besar seiring tingginya animo masyarakat.
“Kami melihat potensi pembiayaan syariah ini sangat besar, dan menjadi tugas kami untuk terus memperluas jangkauan serta memperkaya fitur produk untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang telah rindu untuk segera ke Baitullah,” katanya.
Untuk menjaga kualitas pembiayaan, perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian melalui analisis kelayakan yang mendalam serta pemantauan portofolio secara proaktif. Ketika nasabah mengalami kesulitan membayar angsuran, pendekatan yang ditempuh lebih mengutamakan komunikasi dan solusi bersama.
“Ketika terjadi kendala pembayaran, kami mengedepankan komunikasi empatik dan negosiasi kekeluargaan untuk memahami kondisi nasabah. Kami selalu mencari solusi terbaik sesuai ketentuan, dengan tetap memprioritaskan perlindungan konsumen dan menjaga hubungan jangka panjang,” ujar Paulus.
Untuk pembayaran angsuran WOM Finance menyediakan berbagai kanal mulai dari transfer perbankan, aplikasi pembayaran, hingga jaringan kantor cabang. Berdasarkan pengalaman WOM Finance, pembayaran angsuran macet karena perubahan kondisi finansial yang tidak terduga dari nasabah
Bagaimana jika pembayaran angsuran mengalami macet total? WOM Finance akan menangani setiap kasus secara bertahap, transparan, dan komunikatif. Namun, jika kondisi tetap tidak memungkinkan setelah berbagai upaya solusi, akan dilakukan tindakan sesuai prosedur sesuai mekanisme pembiayaan syariah.
“Pembatalan porsi haji adalah langkah terakhir yang dilakukan sesuai regulasi Kementerian Agama, selalu dengan pemberitahuan dan akad yang jelas bagi nasabah,” tandasnya.
Namun jika kondisi keuangan nasabah sudah pulih WOM Finance terbuka untuk memberikan kesempatan kedua. “Kami akan melakukan penilaian ulang secara objektif berdasarkan riwayat dan kapasitas finansial terkini. Setiap pengajuan akan kami evaluasi dengan prinsip keadilan dan profesionalisme,” pungkasnya.
