Markbiz, 15 September 2026 | Produksi gemuk (Grease Manufacturing Plant/GMP) Shell di Indonesia mulai berjalan melalui fasilitas baru di Marunda, Bekasi. Pabrik yang diresmikan hari ini memiliki kapasitas hingga 12 kiloton per tahun dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelumasan berbagai mesin serta peralatan industri.
Bagi sektor yang mengandalkan mesin sepanjang aktivitas operasional, pelumasan bukan sekadar urusan perawatan berkala. Kondisi pelumas ikut menentukan bagaimana komponen seperti bantalan dan roda gigi bekerja. Karena itu, ketersediaan produk pelumasan yang sesuai menjadi bagian dari upaya menjaga performa peralatan tetap optimal.

Pabrik Manufaktur Gemuk Shell berada dalam kompleks Pabrik Pelumas atau Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) Shell di Marunda. Pembangunannya dimulai pada 2024 dan fasilitas tersebut menjadi salah satu pabrik manufaktur gemuk terbesar Shell secara global.
Dari Perawatan Mesin hingga Aktivitas Industri
Produk yang dihasilkan menggunakan merek Shell Gadus dan dapat digunakan untuk berbagai aplikasi industri, termasuk bantalan dan roda gigi. Produk tersedia dalam beberapa pilihan kemasan, seperti drum, pail, dan fluid bag.
Fasilitas ini juga menggunakan teknologi contact reactor yang dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas sekaligus efisiensi operasional produksi.
Andri Pratiwa, President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia, mengatakan kebutuhan terhadap solusi pelumasan terus meningkat seiring perkembangan industri di Indonesia.
“Kehadiran Pabrik Manufaktur Gemuk Shell memampukan kami untuk mendukung pelanggan dengan menghadirkan produk gemuk sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kinerja operasional di berbagai sektor industri,” ujar Andri.
Ketersediaan produksi lokal menjadi relevan bagi industri yang membutuhkan peralatan bekerja secara konsisten. Manufaktur, pertambangan, transportasi, dan sektor industri lainnya memiliki ketergantungan terhadap mesin dengan tingkat penggunaan yang berbeda-beda.
Melengkapi Kapasitas Produksi Pelumas
GMP Marunda melengkapi fasilitas produksi pelumas Shell yang sebelumnya telah diperluas. Pada November 2022, kapasitas LOBP Marunda meningkat dari 136 juta liter menjadi 300 juta liter produk pelumas per tahun.

Jason Wong, Global Executive Vice President Shell Lubricants, mengatakan penguatan kemampuan manufaktur lokal dapat membuat produk dan keahlian perusahaan lebih dekat dengan pelanggan sekaligus memperkuat ketahanan pasokan.
Sementara itu, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menilai investasi tersebut berpotensi memperkuat basis manufaktur Indonesia. Ia berharap fasilitas di Marunda tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga dapat mendukung posisi Indonesia sebagai basis produksi regional.
Bagi konsumen, keberadaan fasilitas semacam ini memang tidak terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Namun, di balik kendaraan, mesin produksi, alat berat, dan berbagai peralatan industri yang terus bekerja, perawatan komponen tetap menjadi bagian penting untuk menjaga aktivitas tetap berjalan.
