Home » SHElebration 2026 Temukan Cerita Baru dari Perempuan Wirausaha

SHElebration 2026 Temukan Cerita Baru dari Perempuan Wirausaha

PT Asuransi Jiwa Sequis Life melalui program Sequis SHEPRENEUR merayakan semangat dan perjalanan perempuan wirausaha dalam acara SHElebration yang berlangsung pada Sabtu (12/9/2026). Para peserta telah mengikuti rangkaian pelajaran praktis tentang pengembangan bisnis dan literasi keuangan sejak Juli hingga Agustus 2026 dalam Sequis SHEPRENEUR Learning Series. SHELebration ini sekaligus menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada TOP 9 dan mengumumkan TOP 3 SHEPRENEUR. Foto: Ist.

Markbiz, 14 September 2026 | Bukan sekadar kompetisi bisnis, SHEPRENEUR 2026 menjadi ruang bagi 60 perempuan wirausaha untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring.

Perjalanan tersebut mencapai salah satu momennya dalam SHElebration Day yang digelar di Jakarta (12/9/2026), sekaligus menjadi ajang pengumuman TOP 3 SHEPRENEUR 2026.

Program yang berlangsung sejak April 2026 itu mempertemukan perempuan dari berbagai latar usaha dalam rangkaian pembelajaran bisnis dan literasi keuangan. Dari lebih dari 220 pendaftar, sebanyak 60 peserta terpilih mengikuti Learning Series pada Juli–Agustus.

Bagi para pelaku usaha, kesempatan semacam ini tidak hanya soal mendapatkan materi baru. Pertemuan dengan sesama wirausaha juga membuka ruang untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan menjalankan bisnis, mengelola keuangan, hingga menentukan langkah berikutnya.

Dari Ruang Belajar ke Rencana Bisnis

Salah satu tahap yang dijalani peserta adalah menyusun Business Action Plan. Pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran kemudian diterjemahkan menjadi rencana pengembangan usaha masing-masing.

Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo, AWP, berbagi tips praktis seputar financial wellness bersama para peserta Sequis SHEPRENEUR dalam sesi “What’s Next for SHEPRENEUR? Menjaga yang Sudah Kita Bangun” dalam acara SHElebration (12/9/2026). Foto: Ist.

Dari 60 peserta, sembilan finalis kemudian mempresentasikan rencana bisnis, strategi pengembangan usaha, dan pengelolaan keuangan dalam Business Pitch Day pada 1 September 2026. Dari proses tersebut, tiga peserta ditetapkan sebagai TOP 3 SHEPRENEUR 2026.

SHElebration kemudian menjadi ruang yang lebih cair bagi para peserta untuk bertemu kembali. Selain berbagi pengalaman, TOP 9 SHEPRENEUR juga mendapat kesempatan memperkenalkan produk usahanya melalui bazar.

Agustina Samara, Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, mengatakan perjalanan para peserta layak diapresiasi bukan hanya berdasarkan hasil akhirnya.

“SHElebration menjadi momentum bagi kami untuk merayakan bukan hanya pencapaian para pemenang, tetapi juga proses yang telah dilalui seluruh peserta dengan semangat dan komitmen untuk terus maju,” ujarnya.

Bagi perempuan yang menjalankan usaha, kemampuan mengembangkan bisnis juga beriringan dengan kebutuhan mengelola keuangan secara lebih teratur. Pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, pengelolaan arus kas, serta pemahaman terhadap risiko menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Literasi Keuangan Jadi Bekal Pengusaha Perempuan

Dalam konteks tersebut, literasi keuangan menjadi salah satu topik yang dekat dengan keseharian pelaku usaha. Kemampuan memahami kondisi finansial dapat membantu pemilik bisnis membuat keputusan dengan lebih terukur, terutama ketika keuangan pribadi dan usaha saling berkaitan.

Baca juga: Perjalanan Wirausaha Muda Dalam Mengembangkan Bisni

Data SNLIK 2026 yang dilakukan OJK, LPS, dan BPS mencatat indeks literasi keuangan perempuan Indonesia mencapai 69,61%. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk memperkuat pemahaman finansial di kalangan perempuan.

Tina dari Sequis Life menilai kesiapan menghadapi risiko juga menjadi bagian dari perjalanan membangun usaha yang berkelanjutan.

“Literasi keuangan serta akses dan pemanfaatan produk perlindungan menjadi bagian penting bagi perempuan wirausaha untuk membangun ketahanan finansial,” ujarnya.

Semangat membangun komunitas wirausaha perempuan ini sejalan dengan perkembangan ekosistem UMKM yang semakin membutuhkan kombinasi antara akses, pendampingan, literasi, dan jejaring.

SHElebration tidak hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seorang perempuan wirausaha juga dibentuk oleh kesempatan untuk belajar, bertemu komunitas, menguji gagasan, dan berani membawa bisnisnya ke tahap berikutnya.