Markbiz, 28 Juli 2026 | Banyak orang rutin melakukan medical check-up untuk memantau kondisi kesehatan. Namun, tidak banyak yang melakukan financial check-up untuk mengevaluasi apakah kondisi keuangannya masih siap menghadapi berbagai risiko kehidupan.
Memasuki pertengahan tahun menjadi momentum yang tepat untuk meninjau kembali ketahanan finansial setelah enam bulan pertama yang sering kali diwarnai berbagai pengeluaran besar, mulai dari Hari Raya, libur panjang, biaya sekolah, hingga kebutuhan tak terduga.
Di saat yang sama, risiko kesehatan dan meningkatnya biaya perawatan medis juga dapat memberikan tekanan terhadap kondisi keuangan apabila tidak dipersiapkan sejak awal.
Hal tersebut tercermin dalam data Allianz Indonesia. Selama periode Januari hingga Juni 2026, Allianz membayarkan klaim sebesar Rp1,8 triliun, meningkat 4,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Harga Obat Naik, Penyakit Ringan Justru Paling Banyak Memicu Klaim
Adapun lima pengajuan klaim kesehatan dengan nominal tertinggi sepanjang semester pertama 2026 didominasi oleh Kanker Payudara dengan nilai klaim lebih dari Rp77,6 miliar, diikuti Diare (lebih dari Rp50,4 miliar), Infeksi Saluran Pernapasan Atas (lebih dari Rp34 miliar), Penebalan Dinding Pembuluh Darah Arteri Jantung (lebih dari Rp32,8 miliar), dan Infeksi Bakteri (lebih dari Rp29,3 miliar).
Besarnya nilai klaim tersebut menunjukkan bahwa risiko kesehatan bukan hanya persoalan medis, tetapi juga dapat memberikan dampak finansial yang signifikan apabila masyarakat belum memiliki perencanaan dan perlindungan yang memadai.
“Perencanaan keuangan yang baik tidak hanya berfokus pada bagaimana menumbuhkan aset melalui tabungan atau investasi, tetapi juga memastikan aset tersebut tetap terlindungi saat risiko datang. Risiko mungkin tidak selalu dapat diprediksi, tetapi dampak finansialnya dapat dipersiapkan. Financial check-up menjadi kesempatan untuk meninjau kembali apakah dana darurat, perlindungan kesehatan, maupun target keuangan yang telah disusun di awal tahun masih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini,” ujar Ni Made Daryanti, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia.
Menurut Ni Made, melakukan evaluasi kondisi keuangan di pertengahan tahun bukan semata-mata untuk melihat apakah target tabungan atau investasi masih tercapai, tetapi juga untuk memastikan fondasi keuangan tetap kuat menghadapi berbagai risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu. Dana darurat, rasio utang, hingga kecukupan perlindungan kesehatan menjadi beberapa aspek yang perlu ditinjau kembali agar tujuan keuangan jangka panjang tetap dapat berjalan sesuai rencana.
Sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan finansial, Allianz Indonesia membagikan lima checklist praktis yang dapat diterapkan masyarakat saat melakukan financial check-up di pertengahan tahun.
Apakah dana darurat saya masih cukup jika terjadi keadaan darurat besok?
Enam bulan pertama sering kali diwarnai berbagai pengeluaran besar, mulai dari libur panjang, Hari Raya, hingga kebutuhan keluarga yang tidak direncanakan. Karena itu, langkah pertama adalah mengevaluasi kembali apakah dana darurat masih berada pada kisaran ideal, yakni sekitar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Jika sempat terpakai, mengisi kembali dana darurat dapat menjadi salah satu prioritas utama sebelum menambah alokasi pada kebutuhan lainnya.
Pengeluaran apa yang diam-diam terus menguras kondisi keuangan saya?
Tidak semua ancaman terhadap kondisi finansial berasal dari pengeluaran besar. Justru, kebocoran kecil yang terjadi secara berulang sering kali menjadi penyebab target tabungan tidak tercapai.
Tinjau kembali mutasi rekening maupun transaksi kartu kredit selama enam bulan terakhir untuk mengidentifikasi pengeluaran yang sebenarnya tidak lagi memberikan nilai tambah, seperti layanan berlangganan yang jarang digunakan atau pengeluaran gaya hidup yang berlebihan.
Baca juga: Generasi Muda Dinilai Jadi Penentu Masa Depan Ekonomi Syariah
Apakah cicilan saya masih berada dalam batas yang sehat?
Evaluasi kembali seluruh kewajiban finansial yang sedang berjalan, baik KPR, kredit kendaraan, maupun pinjaman konsumtif lainnya. Sebagai panduan umum, total cicilan bulanan sebaiknya tidak melebihi sekitar 30% dari pendapatan bersih agar kondisi keuangan tetap memiliki ruang untuk menabung, berinvestasi, maupun menghadapi pengeluaran yang tidak direncanakan.
Jika saya atau anggota keluarga harus menjalani perawatan medis, apakah kondisi keuangan saya siap?
Risiko kesehatan dapat terjadi tanpa diduga, sementara biaya perawatan medis terus mengalami peningkatan. Karena itu, penting untuk tidak hanya memastikan kepemilikan asuransi kesehatan, tetapi juga meninjau apakah manfaat perlindungan yang dimiliki masih sesuai dengan kebutuhan saat ini. Perlindungan yang memadai membantu menjaga agar dana darurat, tabungan, maupun investasi yang telah dipersiapkan untuk tujuan jangka panjang tidak harus dikorbankan ketika risiko kesehatan terjadi.
Apakah target keuangan yang saya tetapkan di awal tahun masih realistis?
Pertengahan tahun menjadi momentum yang tepat untuk membandingkan pencapaian tabungan dan investasi dengan target akhir tahun. Jika terjadi perubahan kondisi ekonomi, prioritas keluarga, maupun profil risiko, lakukan penyesuaian terhadap strategi keuangan agar tujuan jangka panjang tetap realistis dan dapat dicapai.
Financial check-up bukan sekadar mengevaluasi angka dalam rekening, melainkan mengukur kesiapan finansial menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi. “Sama seperti kita tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan, kita juga tidak perlu menunggu risiko datang untuk mulai mengevaluasi kondisi keuangan. Financial check-up yang dilakukan secara berkala, disertai perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan, dapat membantu masyarakat membangun ketahanan finansial sehingga berbagai rencana hidup tetap dapat berjalan meski menghadapi situasi yang tidak terduga,” tutup Ni Made.
