Markbiz, 20 Agustus 2026 | DPLK Syariah Muamalat mencatatkan kinerja investasi positif hingga Juli 2026. Di tengah dinamika ekonomi global, tiga paket investasi yang dikelola secara syariah membukukan imbal hasil tahunan yang positif.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, kinerja tertinggi dicatatkan Paket C yang terdiri atas instrumen pasar uang, reksa dana, dan saham syariah dengan imbal hasil sebesar 16,77% dalam setahun terakhir.
Sementara itu, Paket A yang berisi instrumen pasar uang syariah mencatat return 6,24%, sedangkan Paket B yang merupakan kombinasi instrumen pasar uang dan pendapatan tetap syariah membukukan imbal hasil 5,56%.
Di tengah kinerja tersebut, DPLK Syariah Muamalat juga memperluas strategi diversifikasi investasinya melalui instrumen berbasis emas.
Baca juga: Investasi Emas Tak Lagi Sekadar Fisik dan Digital
“Sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi tahun ini, pada 10 Agustus 2026 DPLK Syariah Muamalat resmi tercatat sebagai investor pertama pada instrumen investasi exchange-traded fund (ETF) berbasis emas, yaitu Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD), yang diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management,” ujar Aznovri.
Menurut Aznovri, XGLD resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026. Masuknya DPLK Syariah Muamalat sebagai investor pertama ETF berbasis emas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan diversifikasi investasi yang tetap mengacu pada prinsip syariah.
Ia mengatakan emas menjadi salah satu instrumen yang diminati peserta DPLK Syariah Muamalat karena dinilai dapat menjadi pilihan investasi yang dikelola sesuai prinsip syariah sekaligus memiliki potensi imbal hasil.
“Masuknya DPLK Syariah Muamalat sebagai investor pertama ETF Emas ini menunjukkan ketanggapan DPLK Syariah Muamalat terhadap aspirasi peserta yang menginginkan masa pensiun yang berkah dan sejahtera,” katanya.
Eksposur terhadap emas melalui XGLD menjadi bagian dari strategi investasi DPLK Syariah Muamalat, khususnya pada Paket C yang menyasar profil risiko relatif tinggi. Instrumen tersebut diharapkan memberikan alternatif diversifikasi bagi peserta dengan tetap memperhatikan prinsip syariah dan manajemen risiko.
“Kami berkomitmen terus menerapkan strategi investasi yang aman, transparan, dan sesuai prinsip-prinsip syariat Islam. Dengan tata kelola yang kuat, DPLK Syariah Muamalat optimistis dapat membantu masyarakat Indonesia mempersiapkan masa pensiun yang mapan, tenang, dan penuh berkah,” ujar Aznovri.
Peserta dan Aset Terus Bertumbuh
Pertumbuhan kinerja investasi juga diikuti peningkatan jumlah perusahaan yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawan kepada DPLK Syariah Muamalat.
Hingga Juli 2026, DPLK Syariah Muamalat telah bekerja sama dengan 971 perusahaan, bertambah 87 perusahaan dalam setahun terakhir. Pertumbuhan tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan sejalan dengan peningkatan kegiatan literasi keuangan syariah serta investasi pensiun.
Baca juga: 5 Langkah Negosiasi Gaji agar Tak Terjebak Tawaran di Bawah Standar
Dari sisi peserta individu, jumlah kepesertaan telah melampaui 125 ribu orang per Juli 2026. Pertumbuhan tersebut turut mendorong nilai aset DPLK Syariah Muamalat mencapai sekitar Rp2 triliun, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, semakin banyak perusahaan dan masyarakat umum yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun kepada DPLK Syariah Muamalat, amanah yang insya Allah terus kami jaga dengan baik,” kata Aznovri.
Sementara itu, Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi, menilai peningkatan kinerja DPLK Syariah Muamalat mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Muamalat.
Menurut Ricky, layanan pendaftaran peserta DPLK Syariah Muamalat dapat dilakukan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat di Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera dan sesuai prinsip syariah.

4 thoughts on “Kinerja Investasi Positif, DPLK Syariah Muamalat Masuk ETF Emas”