Home » Tiga Wirausaha Muda Menang di Kompetisi J&T Super Seller 2026

Tiga Wirausaha Muda Menang di Kompetisi J&T Super Seller 2026

Moch Denta Baihaqi, Founder Fisnack sebagai juara 1 J&T Super Seller Moch Denta Baihaqi, Founder Fisnack sebagai juara 1 J&T Super Seller

Markbiz, Jakarta, 2 September 2026 — Membangun bisnis sejak masih kuliah atau pada awal masa kerja bukan lagi fenomena yang asing. Namun, keberanian memulai usaha sering kali belum cukup untuk memastikan bisnis mampu bertahan dan berkembang. Akses terhadap pendampingan, jaringan, serta kemampuan menguji strategi menjadi bagian penting dalam perjalanan wirausaha muda.

Kebutuhan itulah yang coba dijawab melalui program J&T Super Seller 2026. Setelah melalui rangkaian seleksi dan fase inkubasi, J&T Express menobatkan tiga pemenang kompetisi bisnis yang diikuti ratusan mahasiswa dan fresh graduate dari berbagai daerah di Indonesia.

Fisnack, usaha asal Bogor yang dikembangkan Moch Denta Baihaqi, meraih Juara 1. Posisi kedua ditempati Tococo Indonesia dari Banyumas yang dikembangkan Alfito Yuro Yudistiro, sementara Unikayo asal Padang yang dirintis Laurencia De Rcho menjadi Juara 3.

Ketiga pemenang memperoleh total hadiah senilai Rp300 juta. Juara pertama mendapatkan Rp100 juta, Juara kedua Rp75 juta, dan Juara ketiga Rp50 juta. Masing-masing pemenang juga memperoleh tabungan usaha senilai Rp25 juta.

Dari Ratusan Peserta ke Fase Inkubasi

J&T Super Seller merupakan kompetisi bisnis yang ditujukan bagi mahasiswa dan fresh graduate yang telah menjalankan usaha setidaknya selama enam bulan.

Dari ratusan peserta yang mendaftar, sebanyak 10 finalis terpilih untuk mengikuti fase inkubasi. Mereka mendapatkan dana pengembangan usaha sebesar Rp20 juta per peserta serta pendampingan dari juri dan praktisi bisnis.

Perkembangan bisnis selama masa inkubasi kemudian menjadi bagian dari proses penilaian sebelum lima peserta terbaik melaju ke Grand Final. Pada tahap akhir, para finalis mempresentasikan perkembangan bisnis dan strategi pertumbuhan mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Raditya Dika, Michella Ham, dan Komisaris J&T Express Iwan Senjaya.

Iwan mengatakan, tantangan wirausaha muda bukan semata-mata soal keberanian memulai bisnis, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami melihat banyak anak muda sudah berani membangun bisnis sejak masih kuliah, tetapi untuk tumbuh mereka membutuhkan lebih dari sekadar modal,” ujar Iwan.

Menurut dia, pendampingan dan ruang untuk menguji strategi menjadi bagian penting agar bisnis yang dirintis anak muda memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.

Mengolah Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambah

Bisnis yang memenangkan kompetisi tahun ini juga memperlihatkan kecenderungan menarik: pemanfaatan bahan baku lokal dan kekayaan kuliner untuk menciptakan produk dengan nilai tambah.

Fisnack, misalnya, mengembangkan camilan berbahan kulit ikan. Produk tersebut berangkat dari pemanfaatan hasil samping industri fillet ikan yang sebelumnya belum banyak digunakan dan berpotensi menjadi limbah.

Kulit ikan kemudian diolah menjadi camilan yang renyah, gurih, tidak amis, dan tidak berminyak. Berdiri sejak 2024, Fisnack telah mengantongi sejumlah sertifikasi keamanan pangan dan membukukan omzet hingga Rp256 juta selama fase inkubasi J&T Super Seller.

Posisi Juara 2 ditempati Tococo Indonesia yang melihat potensi kelapa tidak hanya sebagai komoditas mentah, tetapi sebagai bahan untuk produk bernilai tambah.

Usaha tersebut mengembangkan berbagai produk seperti chips dan baked coconut snack. Dengan proses pengolahan tanpa digoreng serta menawarkan produk gluten-free, Tococo Indonesia kini telah menjangkau lebih dari 40 toko ritel dan kesehatan di Bali dan Jakarta.

Sementara itu, Unikayo membawa kekayaan kuliner Minangkabau ke dalam format produk yang lebih praktis dan memiliki daya simpan panjang. Usaha yang berdiri sejak 2020 ini menawarkan bumbu rendang instan yang telah dilengkapi santan, ready-to-eat rendang, sambal, serta berbagai olahan khas Minang.

Produk tersebut memiliki ketahanan hingga satu tahun tanpa MSG dan pengawet. Unikayo juga telah memperluas eksposur bisnisnya melalui partisipasi dalam sejumlah pameran internasional.

Wirausaha dan Ekosistem Logistik

Bagi J&T Express, pengembangan bisnis para pelaku usaha juga memiliki hubungan langsung dengan pertumbuhan industri logistik.

Semakin banyak usaha yang mampu memperluas pasar, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem distribusi yang dapat mendukung pengiriman produk ke berbagai wilayah. Karena itu, dukungan terhadap pengembangan seller menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang saling berkaitan.

J&T Express menyatakan akan terus memperkuat layanan pengiriman sekaligus menghadirkan inisiatif yang dapat membantu pelaku usaha menjangkau pasar lebih luas.

“Sebagai perusahaan logistik, J&T Express melihat pertumbuhan bisnis para seller memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan industri logistik,” kata Iwan.

One thought on “Tiga Wirausaha Muda Menang di Kompetisi J&T Super Seller 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *