Home » Agen Gadai Milik POJ Perluas Akses Pembiayaan hingga Malam Hari

Agen Gadai Milik POJ Perluas Akses Pembiayaan hingga Malam Hari

PT Pesonna Optima Jasa Kika: Kepala Departemen Jaringan Keagenan Outlet Pegadaian Nur Fadli dan Ferry Hariawan Direktur PT Pesonna Optima Jasa

Markbiz, 29 Agustus 2026 | PT Pesonna Optima Jasa (POJ) membuka outlet Agen Gadai di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026). Kehadiran outlet ini menjadi bagian dari strategi perluasan akses layanan gadai dengan mengandalkan jam operasional yang lebih fleksibel serta kedekatan dengan masyarakat.

Outlet Agen Tebet merupakan agen ke-19 yang berada di bawah pengelolaan POJ, anak perusahaan Pegadaian. Lokasinya dipilih karena kawasan Tebet dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar, terutama dari aktivitas pedagang dan masyarakat di sekitar Pasar Tebet Timur.

Direktur PT Pesonna Optima Jasa Ferry Hariawan mengatakan, pembukaan agen tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan layanan Pegadaian kepada masyarakat melalui pengembangan kanal keagenan.

“Agen ini kami buka untuk meningkatkan pelayanan Pegadaian kepada masyarakat melalui channel agen. Agen yang dibuka di Pasar Tebet Timur ini adalah agen ke-19 di bawah kelolaan anak perusahaan Pegadaian, POJ,” ujar Ferry.

Menurut dia, potensi bisnis di kawasan Tebet telah terlihat dari aktivitas pembiayaan di Cabang Tebet maupun UPC Pasar Tebet Timur. POJ kemudian melihat peluang untuk memperluas layanan dengan menawarkan fleksibilitas jam operasional.

“Kami melihat di Tebet, kalau melihat penyaluran omzet yang sudah ada di Cabang Tebet maupun UPC Pasar Tebet Timur, prospeknya signifikan dan potensial. Kami melihat ruang tersebut untuk meningkatkan layanan dengan membuka agen di sini, salah satunya melalui fleksibilitas jam layanan,” katanya.

Baca juga: Sinergi POJ, TOP, dan Daihatsu Perkuat Mobilitas Bisnis

Buka hingga Malam dan Akhir Pekan

Salah satu pembeda layanan agen dibandingkan outlet Pegadaian reguler adalah jam operasionalnya. Kepala Departemen Jaringan Keagenan Outlet Pegadaian Nur Fadli mengatakan, agen dapat melayani masyarakat hingga malam hari dan tetap beroperasi pada akhir pekan.

“Kalau agen ini melayaninya sampai malam. Kami bisa buka sampai jam tujuh atau jam delapan malam, termasuk hari Sabtu dan Minggu juga buka. Jadi kalau Pegadaian tutup layanan sampai jam tiga, tetapi masyarakat masih membutuhkan dana, bisa datang ke agen Pegadaian,” ujar Nur Fadli.

Ia menambahkan, masyarakat juga memiliki pilihan layanan digital melalui aplikasi Tring untuk kebutuhan transaksi gadai tertentu.

Target utama Outlet Agen Tebet adalah pedagang Pasar Tebet Timur dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Ferry menyebut terdapat lima RW dan sekitar 110 RT di sekitar lokasi yang menjadi potensi pasar layanan tersebut.

Perluas Barang Jaminan Non-Emas

Selain mengandalkan jam layanan yang lebih panjang, POJ juga menyiapkan strategi untuk memperluas jenis barang jaminan. Selama ini, emas masih menjadi salah satu portofolio utama dalam bisnis gadai. Namun, ke depan agen di bawah pengelolaan POJ akan diarahkan untuk lebih aktif menerima barang jaminan non-emas.

Ferry mengatakan, strategi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi agen dalam menghadapi pertumbuhan perusahaan gadai swasta.

Baca juga: Tabungan Emas Pegadaian Kini Hadir di myBCA

“Pengembangan jangka panjangnya, agen yang under POJ ini bisa menerima barang jaminan yang fokusnya nanti non-emas, seperti laptop, kamera ataupun TV LED,” ujarnya.

Meski demikian, layanan gadai emas tetap menjadi bagian penting dari portofolio agen. Pada outlet Tebet, layanan yang tersedia antara lain gadai handphone dan gadai emas. Untuk gadai handphone, bunga yang ditawarkan sebesar 0,14 persen per hari, sedangkan gadai emas sebesar 1,2 persen per hari.

Ferry menilai penguatan agen POJ setidaknya bertumpu pada tiga aspek, yakni fleksibilitas jam layanan, perluasan jenis barang jaminan, serta penetrasi layanan agar lebih dekat dengan masyarakat.

Positioning-nya pertama dari sisi jam layanan. Kedua, perluasan barang jaminan. Kalau biasanya kita kuat di emas, perusahaan gadai swasta banyak bermain di barang non-emas. Kemudian yang ketiga adalah penetrasi agar lebih dekat ke masyarakat,” katanya.

Dorong Economic Sharing

Di sisi lain, Pegadaian juga melihat pengembangan jaringan agen sebagai bagian dari upaya menciptakan economic sharing di masyarakat. Model keagenan membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi mitra dan memperoleh pendapatan.

“Dengan menjadi mitra dan agen Pegadaian, akan terbuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Masyarakat juga akan mendapat fee dan insentif,” ujar Nur Fadli.

Saat ini, POJ mengelola 19 outlet agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta dan Jabodetabek. Bisnis jaringan tersebut masih berada dalam tahap pertumbuhan dan pengembangan.

Berdasarkan data yang disampaikan Pegadaian, perputaran bisnis dari 19 outlet tersebut telah mencapai sekitar Rp34 miliar. Sementara outstanding loan tercatat sebesar Rp13,6 miliar.

“Dari total 19 outlet, perputaran bisnisnya sudah Rp34 miliar. Secara outstanding loan sudah Rp13,6 miliar. Ke depan kita akan membuka lebih banyak outlet di lokasi-lokasi yang strategis,” kata Nur Fadli.

Pada kesempatan ini juga dilakukan kegiatan medical check gratis dan cuci emas gratis untuk pedagang pasar Tebet Timur dan masyarakat sekiitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *