Home » Investasi Emas Tak Lagi Sekadar Fisik dan Digital

Investasi Emas Tak Lagi Sekadar Fisik dan Digital

Reksa Dana ETF Emas Syariah Sejumlah tokoh menghadiri peluncuran Reksa Dana ETF Emas Syariah di Bursa Efek Indonesia, di antaranya Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia-Juda Agung, Ketua Dewan Komisioner OJK-Friderica Widyasari Dewi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian-Airlangga Hartarto, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK-Hasan Fawzi, Chief Investment Officer Danantara Indonesia-Pandu Sjahrir, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)-Samsul Hidayat, dan tokoh lainnya termasuk Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat beserta perwakilan Manajer Investasi lainnya

Markbiz, 10 Agustus 2026 — Akses investasi emas di Indonesia kini semakin beragam. PT Syailendra Capital meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).

Peluncuran tersebut ditandai dengan seremoni opening bell di kantor BEI sekaligus bertepatan dengan perayaan 49 tahun pasar modal Indonesia.

XSGO menawarkan eksposur terhadap emas melalui mekanisme reksa dana yang diperdagangkan di bursa layaknya saham. Instrumen ini menggunakan underlying emas fisik berupa Electronic Gold Receipt (EGR) dengan standar emas 99,5% LBMA dan 99,9% SNI.

Kehadiran ETF emas syariah ini muncul di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio. Berdasarkan data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014–2025.

Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar, termasuk saat Global Financial Crisis 2008 dan pandemi Covid-19.

Chief Executive Officer Syailendra Capital Fajar R. Hidajat mengatakan, XSGO dirancang untuk memberikan alternatif investasi emas dengan akses yang lebih praktis sekaligus transparan.

“Melalui Syailendra ETF Sharia Gold, kami ingin menghadirkan alternatif investasi emas yang tidak hanya menawarkan eksposur terhadap aset emas, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam proses investasinya,” ujar Fajar.

Baca juga: Emas: Aset Safe Heaven? Benarkah?

Menurut dia, peluncuran XSGO tidak sekadar berkaitan dengan produk baru, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi emas dalam portofolio investasi jangka panjang.

Bisa Diakses di Pasar Primer dan Sekunder

XSGO dapat diakses melalui dua mekanisme. Di pasar primer, transaksi dilakukan melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai dealer partisipan dengan minimum pembelian pertama setara 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar, dengan asumsi harga emas Rp3 juta per gram.

Baca juga: Dari Produk Syariah Menuju Ekosistem Ekonomi: Babak Baru Keuangan Syariah

Sementara itu, investor di pasar sekunder dapat melakukan transaksi melalui perusahaan efek atau broker dengan minimum satu lot atau 100 unit, yang nilainya sekitar Rp100 ribu.

Dari sisi pengelolaan aset, emas yang menjadi underlying EGR XSGO disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian sebagai Gold Custody dan Gold Provider. Pegadaian juga menyediakan kuotasi harga emas yang menjadi salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO.

Adapun PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Struktur tersebut juga ditujukan untuk memberikan efisiensi dalam transaksi emas. Berdasarkan siaran pers, Pegadaian mengupayakan spread harga beli-jual sekitar 2% hingga 3% berdasarkan harga acuannya. Angka tersebut disebut relatif lebih rendah dibandingkan spread pembelian emas digital melalui platform maupun emas fisik yang dapat mencapai 7% hingga 9%.

3 thoughts on “Investasi Emas Tak Lagi Sekadar Fisik dan Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *