Markbiz, 10 Agustus 2026 — Konsumen yang semakin selektif dalam berbelanja tidak menghalangi pertumbuhan bisnis ritel perlengkapan rumah tangga. PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.D.I.Y. Indonesia membukukan pendapatan Rp4,65 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 24,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga tercatat pada laba kotor dan laba bersih. Laba kotor naik 15,7% menjadi Rp2,42 triliun, sedangkan laba bersih meningkat 16,4% menjadi Rp590,7 miliar.
Kinerja tersebut berlangsung di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin memperhatikan harga dan manfaat produk. Jumlah transaksi MR.D.I.Y. Indonesia juga tumbuh 23,3%, didukung ekspansi jaringan serta permintaan terhadap produk dengan harga terjangkau.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan, keterjangkauan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan relevansi bisnis ketika konsumen semakin cermat mengalokasikan pengeluaran.
“Aksesibilitas dan keterjangkauan merupakan inti dari model bisnis Perseroan. Seiring konsumen yang semakin cermat dalam membelanjakan uangnya, mereka mencari produk yang andal dan memberikan nilai yang nyata.”
Menurut Edwin, perusahaan terus berupaya memahami kebutuhan pelanggan yang berkembang untuk mempertahankan kepercayaan dalam jangka panjang.
Baca juga: Dikepung Minimarket, Warung Madura Justru Menjamur
Tambah 130 Toko
Pertumbuhan bisnis juga ditopang ekspansi jaringan. Sepanjang paruh pertama 2026, MR.D.I.Y. Indonesia membuka 130 toko baru sehingga total jaringan mencapai 1.349 toko di seluruh Indonesia.
Ekspansi tersebut diarahkan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap produk kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.
Di tengah tekanan terhadap anggaran rumah tangga, perusahaan melihat konsumen semakin memprioritaskan peritel yang mampu menawarkan harga terjangkau tanpa mengorbankan kualitas maupun pengalaman berbelanja.
Untuk merespons kondisi tersebut, perusahaan memperkuat pengadaan, integrasi rantai pasok, serta efisiensi distribusi. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan proposisi nilai “Hemat, Lengkap, Dekat”.
Sejumlah program keterjangkauan juga dijalankan selama Semester I 2026, antara lain “Harga Tetap Sama”, “Super Bombastis”, dan “Back to School”. Program tersebut menyasar kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan sekolah dengan penawaran harga yang lebih terjangkau.
Direktur/Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, mengatakan pertumbuhan dan keterjangkauan dapat berjalan bersamaan jika ditopang efisiensi operasional.
“Kinerja kami menunjukkan bahwa keterjangkauan dan pertumbuhan dapat berjalan beriringan. Eksekusi yang disiplin, integrasi rantai pasok yang solid, serta skala bisnis yang semakin besar memastikan kami mampu menjaga efisiensi pembiayaan dan menawarkan harga kompetitif untuk pelanggan,” ujar Rika,
Baca juga: McDonald versus Burger King: Akhir Perang Harga?
Perluas Program Sosial dan Lingkungan
Di luar kinerja bisnis, MR.D.I.Y. Indonesia melanjutkan program MR.D.I.Y. Untuk Indonesia yang mencakup tiga pilar, yakni pemberdayaan perempuan dan anak, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan UMKM.
Sepanjang Semester I 2026, perusahaan menyalurkan sekitar 10.000 STEM Kit secara gratis kepada anak-anak Indonesia. Di bidang lingkungan, perusahaan memperluas kerja sama dengan perusahaan climate-tech Rekosistem melalui fasilitas drop box daur ulang di 52 toko.
Sementara itu, program pemberdayaan UMKM dilakukan melalui pendampingan dan pelatihan bagi UMKM serta mitra pemasok lokal untuk memperkuat kapasitas usaha dan mendukung rantai pasok nasional.
Secara keseluruhan, kinerja Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi berbasis harga terjangkau masih menjadi salah satu faktor penting dalam bisnis ritel ketika konsumen semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Dengan pendapatan yang tumbuh 24,5% dan jaringan yang bertambah 130 toko dalam enam bulan pertama tahun ini, MR.D.I.Y. Indonesia melanjutkan ekspansi sambil mempertahankan fokus pada efisiensi dan keterjangkauan.
