Home » bisnis UMKM

Apakah Layanan Warung Tegal Bisa Ditiru Oleh Brand Corporate?

Markbiz.id, 10 Agustus 2026 | Warung Tegal (Warteg) ternyata jadi kelas customer service paling jujur di Indonesia. Tanpa training mahal, tanpa Standar Operating Procedur (SOP) tebal, warteg berhasil bikin pelanggan datang lagi dan lagi. Fenomena ini kian ramai dibahas seiring makin banyak brand besar kesulitan menjaga loyalitas pelanggan. Padahal budget CS mereka jauh lebih besar…

Read Full News

Amartha Run Buka Ruang Baru bagi Pertumbuhan UMKM

Markbiz.id, 8 Agustus 2026 | Industri teknologi finansial Platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia mengalami perkembangan pesat seiring dengan tingginya celah penyaluran kredit(credit gap) bagi sektor Usaha MIkro Kecil Menengah (UMKM).  Amartha mentransformasi model bisnisnya dari lembaga keuangan mikro konvensional menjadiplatform P2P lending terlisensi OJK pada tahun 2016.  Dalam operasionalnya, Amartha menerapkan sistem group lending atau tanggung renteng yang membagi peminjam (borrower) ke dalam kelompok-kelompok kecil.  Sistem ini dipadukan dengan analisis data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan skor kredit (credit scoring) proprietary untuk mengukur profil risiko peminjam secara akurat. Sinergi antara pendampingan lapangan oleh agen (field officer) dan teknologi aplikasi inimenghasilkan kualitas penyaluran pinjaman yang terjaga.  Tingkat Keberhasilan 90 Hari (TKB90) Amartha konsisten berada di angka aman di atas 98 persen, membuktikan ketahanan model bisnis inklusif di sektor akar rumput. Sheldon Chuan, SVP Growth & Marketing Amartha Financial, menjelaskan, ekosistem Amartha kini telah berkembang melampaui penyediaan pinjaman modal kerja.  Perusahaan meluncurkan berbagai layanan pendukung, mulai dari fitur pembayaran digital, asuransi mikro, hingga pelatihan manajemen keuangan digital.  Strategi holistik ini bertujuan memastikan bahwa setiap pelaku UMKM tidak hanyamendapatkan akses permodalan, tetapi juga memiliki daya saing berkelanjutan di tengahdigitalisasi ekonomi nasional. Guna menjangkau UMKM lebih luas, Amartha menyelenggarakan ajang lari Amartha Run, sebuah inisiatif pendekatan gaya hidup (lifestyle) yang dirancang untuk menjembatanimasyarakat perkotaan dengan pemberdayaan ekonomi sektor informal. “Ajang olahraga ini dirancang sejajar dengan filosofi pemberdayaan ekonomi yang dijalankanperusahaan selama lebih dari 16 tahun,”ujar Sheldon di Jakarta, baru-baru ini. Rekam jejak layanan keuangan inklusif Amartha mencatatkan pendampingan kepada lebih dari 4 juta pelaku UMKM perempuan di lebih dari 50.000 desa di seluruh Indonesia.  Semangat ketangguhan para mitra UMKM perdesaan dalam meningkatkan kesejahteraankeluarga dan komunitas tersebut menjadi inspirasi utama pembentukan konsep acara tahun ini.  “Tahun ini Amartha mentargetkan 5000 peserta, secara tidak langsung ini imerupakan awareness, dari 5000 peserta dia bisa menceritakan kepada yang lainnya, dibelakang ini untuk mendukungUMKM”kata Sheldon. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), P2P lending hadir sebagai solusi layanankeuangan alternatif untuk menjangkau masyarakat unbanked dan underbanked yang selama inisulit mengakses fasilitas perbankan konvensional akibat keterbatasan agunan dan dokumentasifinansial. Melalui Amartha Run, perusahaan mengajak publik dan investor individu (lender) untukberpartisipasi dalam ekosistem pendanaan berdampak sosial (impact investing).  Setiap partisipasi dalam ajang ini dikonversikan menjadi dukungan edukasi literasi keuangan dan permodalan langsung bagi para perempuan pengusaha mikro di berbagai wilayah pelosokNusantara. Pendampingan Lapangan dan Integrasi Teknologi AI Pengelolaan risiko di…

Read Full News