Markbiz, Jakarta, 9 September 2026 — Seragam kerja yang telah selesai digunakan biasanya berakhir sebagai limbah. Namun, material tersebut masih dapat memiliki nilai ketika diolah kembali menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP), inisiatif keberlanjutan yang dijalankan J&T Express untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial.
Salah satu kegiatan dalam program ini adalah mengolah kembali seragam operasional kurir yang sudah tidak digunakan menjadi berbagai produk baru. Seragam tersebut terlebih dahulu melalui proses pembersihan sebelum diolah menjadi pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover.
Dalam prosesnya, J&T Express menggandeng Liberty Society, social enterprise bersertifikasi B Corp. Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pengolahan material, tetapi juga melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal dalam proses produksi.
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujar Brand Manager J&T Express Herline Septia.
Menurut perusahaan, sebanyak 146 kilogram limbah tekstil berhasil diolah menjadi merchandise kit melalui proses upcycling tersebut. Inisiatif ini juga diperkirakan menghindari 1,25 ton emisi CO₂e, atau setara dengan emisi dari perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.
Namun, dampaknya tidak berhenti pada aspek lingkungan. Keterlibatan perempuan perajin dari komunitas marginal dalam produksi menciptakan sekitar 1.488 jam kerja produktif, sekaligus membuka kesempatan ekonomi dan mendukung pengembangan keterampilan mereka.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas. Karena itu, yang ingin kami ciptakan bukan hanya sekadar produk baru, tetapi juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjut Herline.
Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana praktik keberlanjutan dapat ditempatkan lebih dekat dengan aktivitas operasional sehari-hari. Seragam yang sebelumnya memiliki fungsi sebagai pakaian kerja kemudian mendapatkan siklus penggunaan baru dalam bentuk produk yang berbeda.
Melalui J&T SIP, J&T Express menyatakan akan terus mengeksplorasi penerapan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan. Bagi industri dengan aktivitas operasional yang luas, pengelolaan material pascapakai menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan untuk menekan dampak lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial.
