Markbiz, 21 Agustus 2026 | Pertumbuhan premi Ciputra Life memasuki Semester I 2026 tidak hanya datang dari bisnis asuransi jiwa kredit. Perusahaan mulai mendapatkan tambahan kontribusi dari asuransi kesehatan korporasi, sementara pembayaran klaim ikut meningkat seiring bertambahnya volume bisnis.
Berdasarkan laporan publikasi berkala, premi Ciputra Life mencapai Rp387,6 miliar pada Semester I 2026, naik 53% dari Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang bisnis Asuransi Jiwa Kredit (AJK), Corporate Solution, serta bertambahnya kerja sama dengan mitra bisnis.
Perubahan komposisi bisnis menjadi penting karena karakter risiko setiap produk tidak sama. Portofolio AJK mencakup KPR, KKB, kredit UMKM, kredit multiguna, hingga KTA. Sementara itu, lini Corporate Solution mencakup asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024.
Klaim Naik, Portofolio Ikut Berubah
Ciputra Life membayar klaim dan manfaat Rp107,1 miliar pada Semester I 2026, naik dari Rp56,7 miliar setahun sebelumnya. Kenaikan tersebut berjalan bersamaan dengan pertumbuhan premi dan masuknya bisnis kesehatan korporasi.
Baca juga: Dari Produk Syariah Menuju Ekosistem Ekonomi
Dari sisi laporan keuangan, perkembangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan premi perlu dibaca bersama dengan kewajiban yang muncul dari portofolio asuransi. Semakin beragam produk yang dijual, semakin beragam pula karakter pembayaran manfaat dan klaim yang harus dikelola.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan perusahaan tetap memperhatikan kualitas portofolio dan profitabilitas ketika mengejar pertumbuhan.
“Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas,” jelas Hengky.
Pada 2025, Ciputra Life mencatat laba bersih Rp99,3 miliar, naik 95% dari Rp51 miliar pada 2024. Total aset mencapai Rp1,3 triliun, investasi Rp1,1 triliun, dan ekuitas Rp312,3 miliar. RBC berada di 315% pada akhir 2025.
PSAK 117 Mengubah Cara Membaca Angka Asuransi
Selain pertumbuhan premi dan klaim, laporan keuangan perusahaan kini dibaca dengan standar baru. Ciputra Life telah menerapkan PSAK 117 dalam laporan keuangan 2025 yang telah diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian.
Salah satu perubahan penting adalah premi yang diterima tidak lagi langsung dicatat sebagai pendapatan. Pendapatan diakui seiring jasa asuransi diberikan kepada nasabah. PSAK 117 juga mengubah pengukuran dan waktu pengakuan laba serta ekuitas, meski tidak mengubah arus kas maupun ekonomi dasar bisnis.
Dengan demikian, pertumbuhan premi tidak bisa dibaca sendirian sebagai ukuran kinerja. Investor dan pembaca laporan keuangan perlu melihat bagaimana premi, klaim, profitabilitas, modal, dan perubahan pengakuan akuntansi bergerak secara bersamaan.
Pada akhirnya, tantangan Ciputra Life bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan premi. Ketika produk semakin beragam, kualitas portofolio dan kemampuan mengelola klaim menjadi semakin menentukan kesehatan bisnis asuransi.
