Bukan Iklan, Strategi BINTANG Ini Curi Perhatian

BINTANG memanfaatkan Brightspot 2026 untuk menjangkau Gen Z lewat pengalaman komunitas, kolaborasi kreatif, dan budaya hangout urban. Foto: Istimewa.

markbiz.id | Brightspot kembali menjadi titik kumpul generasi urban Jakarta. Pada penyelenggaraan brightspotCITY 2026, BINTANG memilih hadir bukan hanya sebagai sponsor, tetapi ikut membangun pengalaman sosial yang dekat dengan gaya hidup anak muda.

Baca juga: Gen Z dan Dunia Kerja Indonesia Antara Mimpi dan Realita

Acara berlangsung di Agora Lifestyle Mall pada 27–31 Mei dan 4–7 Juni 2026, dengan pembukaan khusus pada 26 Mei. Ribuan pengunjung datang untuk berburu produk lokal, kuliner, hingga menikmati berbagai aktivitas kreatif.

Di tengah ketatnya persaingan merebut perhatian konsumen usia 20–30 tahun, strategi brand kini bergeser. Kehadiran di ruang komunitas dinilai lebih efektif dibanding sekadar beriklan.

BINTANG memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan Toko BINTANG, area pengalaman yang menggabungkan eksplorasi rasa, merchandise lokal, dan aktivitas sosial dalam satu ruang.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana perusahaan berupaya menjemput konsumen langsung di tempat mereka berkumpul, sekaligus membangun relevansi budaya yang lebih kuat.

Kolaborasi dengan Kamengski, Conbini, dan Vindes menjadi bagian dari strategi tersebut. Ketiga nama itu dikenal memiliki kedekatan dengan budaya urban dan komunitas kreatif Indonesia.

Selain merchandise edisi terbatas, pengunjung juga diajak mengeksplorasi berbagai varian produk melalui konsep Dunia Rasa BINTANG.

Baca juga: Dark Kitchen Peluang Franchise Baru

Pengalaman tersebut diperkuat dengan pilihan menu yang disesuaikan dengan preferensi konsumen berbeda. Mulai dari BINTANG Crystal, BINTANG Radler dengan kadar alkohol 2% ABV, hingga varian yang terinspirasi cita rasa lokal.

Kolaborasi juga dilakukan bersama Goods Burger dan Warung Indonesia Barat melalui program food pairing yang dirancang khusus selama acara berlangsung.

Co-Founder Brightspot Market dan The Goods Dept, Anton Wirjono, melihat kolaborasi ini lahir dari hubungan panjang antara brand dan budaya kreatif. “Kami melihat BINTANG bukan hanya sebagai brand, tetapi juga bagian dari urban culture Indonesia. Selama bertahun-tahun, Brightspot dan BINTANG terus berkembang bersama perubahan lifestyle dan budaya kreatif, sehingga kolaborasi ini terasa sangat natural,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing Manager BINTANG, Gaby Inkiriwang, menilai keberagaman preferensi menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman konsumen saat ini.

“BINTANG memahami bahwa momen kebersamaan tidak selalu harus sama. Justru perbedaan preferensi, selera, dan cara orang menikmati momen bersama itulah yang membuat pengalaman terasa lebih seru. Brightspot menjadi ruang yang mempertemukan semua itu, dan itulah yang membuat kolaborasi ini terasa tepat untuk BINTANG,” katanya.

Bagi banyak perusahaan, pendekatan berbasis komunitas seperti ini semakin menjadi strategi penting untuk menjangkau generasi muda yang mengutamakan pengalaman dibanding promosi konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *