Asuransi Syariah Kian Relevan di Tengah Ketidakpastian

Bambang Haryanto, VP Sharia Business Development & Sales PT Sompo Insurance Indonesia Bambang Haryanto, VP Sharia Business Development & Sales PT Sompo Insurance Indonesia

Markbiz, 10 Juli 2026 | Di tengah meningkatnya risiko bencana alam, kecelakaan, hingga ketidakpastian ekonomi, kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial terus berkembang. Selain asuransi konvensional, asuransi syariah semakin banyak dipilih karena menawarkan mekanisme perlindungan yang berlandaskan prinsip saling membantu antarpeserta.

Asuransi syariah tidak hanya berfungsi sebagai instrumen mitigasi risiko, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang mengedepankan nilai kebersamaan. Melalui konsep tersebut, peserta memperoleh perlindungan sekaligus berkontribusi membantu peserta lain yang mengalami musibah.

Bambang Haryanto, VP Sharia Business Development & Sales PT Sompo Insurance Indonesia, menjelaskan bahwa fondasi utama asuransi syariah adalah prinsip ta’awun atau saling tolong-menolong.

“Melalui dana tabarru’, peserta saling membantu ketika ada peserta lain yang mengalami musibah. Dana yang dihimpun bersama digunakan untuk memberikan santunan sesuai ketentuan yang telah disepakati,” ujarnya.

Menurut Bambang, mekanisme tersebut membuat peserta tidak hanya memperoleh perlindungan finansial bagi diri dan keluarganya, tetapi juga menjadi bagian dari sistem yang memperkuat solidaritas sosial.

Baca juga: Pembiayaan UMKM Berbasis Syariah: Antara Kebutuhan Modal dan Dorongan Social Impact

Perlindungan Menyesuaikan Kebutuhan

Perubahan gaya hidup dan meningkatnya mobilitas masyarakat turut memperluas ragam risiko yang dihadapi. Kepemilikan aset, aktivitas perjalanan, hingga dinamika dunia usaha membuat kebutuhan terhadap perlindungan menjadi semakin kompleks.

Dalam kondisi tersebut, asuransi syariah dinilai mampu menjawab kebutuhan perlindungan untuk berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, kendaraan, rumah, perjalanan, hingga kegiatan usaha.

Lebih dari sekadar memberikan manfaat ketika terjadi risiko, keberadaan asuransi juga mendorong masyarakat untuk lebih sadar pentingnya mengelola risiko sejak dini. Kesadaran tersebut menjadi bekal agar individu maupun keluarga lebih siap menghadapi ketidakpastian tanpa mengganggu stabilitas keuangan.

Selaras dengan Budaya Gotong Royong

Konsep kebersamaan yang menjadi dasar asuransi syariah juga dinilai sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong.

Bambang mengatakan, perlindungan berbasis syariah tidak hanya berorientasi pada penggantian kerugian, tetapi juga mengedepankan nilai keadilan dan kepedulian antarpeserta.

“Asuransi syariah menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan yang memungkinkan masyarakat saling membantu dalam menghadapi ketidakpastian. Di sisi lain, pengelolaannya juga menjunjung tinggi prinsip keadilan sesuai nilai-nilai syariah,” katanya.

Baca juga: Gelombang Baru Asuransi Digital: Insurtech Indonesia

Dengan berbagai risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu, memahami fungsi asuransi syariah menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan finansial. Selain memberikan perlindungan terhadap berbagai kemungkinan yang tidak terduga, asuransi syariah juga menawarkan pendekatan yang menggabungkan aspek ekonomi dengan nilai sosial.

Bagi masyarakat yang ingin menerapkan prinsip keuangan sesuai syariah, keberadaan produk ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam menyusun perencanaan keuangan jangka panjang sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai risiko kehidupan.

3 thoughts on “Asuransi Syariah Kian Relevan di Tengah Ketidakpastian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *