Markbiz, 25 September 2026 | F&B ID perluas gerai sekaligus memperlebar portofolio bisnis food and beverage setelah 15 tahun bertumbuh bersama Chatime. Dari satu merek minuman teh, perusahaan kini mengelola portofolio multi-brand dengan lebih dari 700 gerai yang tersebar di lebih dari 87 kota di Indonesia.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi F&B ID tidak hanya dilakukan melalui penambahan lokasi. Perusahaan juga memperluas kategori bisnis, mulai dari minuman, makanan ringan, restoran, hingga kopi.

CEO F&B ID, Devin Widya Krisnadi, mengatakan perjalanan tersebut membuat perusahaan semakin memahami karakter konsumen di berbagai pasar.
“Bagi kami, perjalanan ini bukan hanya soal menjadi lebih besar, tetapi bagaimana kami terus belajar memahami konsumen dan membangun setiap brand agar bisa tumbuh dalam jangka panjang.” ujarnya.
Ekspansi Gerai Mengikuti Karakter Setiap Brand
Portofolio F&B ID kini mencakup sejumlah konsep dengan karakter berbeda, seperti Chatime, Cupbop, Gindaco, Chatime Atealier, Go! Go! CURRY! – Genki no Minamoto, 88 SEOUL, serta Molly Tea.
Sarah Katherine Merci, Marketing General Manager F&B Indonesia, mengatakan pengelolaan banyak brand tidak berarti seluruh konsep harus dibuat seragam.
“Mengelola banyak brand bukan berarti membuat semuanya terlihat sama. Justru tugas kami adalah memahami apa yang membuat setiap brand distinctive, menjaga kekuatan tersebut, kemudian membuatnya menjadi versi yang lebih kuat dan tetap relevan bagi konsumen Indonesia.”
Pendekatan tersebut terlihat dari pengembangan konsep gerai yang berbeda. Gindaco, misalnya, akan memperkenalkan Gindaco Yokocho di Central Park Mall, Jakarta, mulai 28 September 2026. Konsep ini tidak hanya menawarkan takoyaki, tetapi memperluas pengalaman menuju Japanese street food dengan pilihan menu yang lebih beragam dan proses memasak yang dapat disaksikan konsumen.
Masuk Kopi, Perluas Pilihan Konsumen
Perluasan jaringan juga bergerak ke kategori kopi melalui M Stand, brand asal Shanghai yang dijadwalkan membuka gerai pertama di Indonesia pada 1 Oktober 2026 di Urban Farm, Pantai Maju, PIK.
Berbeda dari pendekatan kedai kopi yang hanya berfokus pada produk, M Stand membawa konsep “More Than Coffee” melalui tiga elemen, yakni coffee, space, dan lifestyle. Setiap gerai juga memiliki karakter desain berbeda melalui pendekatan One Store, One Design.
Langkah tersebut memperlihatkan arah ekspansi F&B ID yang mulai bergerak dari penguatan jaringan menuju pengembangan pengalaman di tiap kategori.
Baca juga: Ekspansi Jaringan Mr. D.I.Y di Indonesia
Strategi itu juga ditopang kemampuan perusahaan dalam pemilihan lokasi, pengembangan gerai, rantai pasok, teknologi, pemasaran, dan operasional. Ekspansi jaringan F&B juga berlangsung ketika konsumen semakin mempertimbangkan pengalaman, lokasi, dan relevansi sebuah brand.
Baca juga: Budaya Ngopi Dan Pertumbuhan Kedai Kopi di Indonesia
Dengan fondasi lebih dari 700 gerai, F&B ID kini memiliki ruang untuk mengembangkan brand yang sudah ada sekaligus menguji kategori baru. Fokus berikutnya bukan sekadar menambah jumlah gerai, tetapi mencari format dan pengalaman yang sesuai dengan karakter konsumen di masing-masing pasar.
