Jangan Asal Beli Mobil Listrik, Perhatikan Empat Hal Ini

Mobil listrik Mobil listrik. Foto: Chery Indonesia

Markbiz, 27 Juli 2026 | Minat masyarakat terhadap mobil listrik diperkirakan kembali meningkat menjelang penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Selain semakin banyaknya pilihan model baru, insentif pemerintah dan bertambahnya infrastruktur pengisian daya turut mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Namun, membeli mobil listrik tidak cukup hanya mempertimbangkan desain, fitur, atau harga. Konsumen juga perlu memastikan aspek perlindungan kendaraan, mulai dari layanan purnajual, garansi baterai, hingga perlindungan asuransi terhadap berbagai risiko.

Country Head of Motor & Auto Extended Warranty PT Sompo Insurance Indonesia, Suhandi Sumantri, membagikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik.

Baca juga: Mobil China: Mengubah Landscape Persaingan?

Layanan purnajual menjadi pertimbangan utama

Menurut Suhandi, jaringan layanan purnajual merupakan faktor penting yang sering luput dari perhatian calon pembeli. Kehadiran bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, serta teknisi yang kompeten akan sangat menentukan kemudahan perawatan kendaraan dalam jangka panjang.

Ia mengingatkan agar konsumen tidak hanya tergiur harga yang kompetitif atau teknologi terbaru, tetapi juga memastikan merek yang dipilih memiliki dukungan layanan yang memadai di Indonesia.

Pahami ketentuan garansi baterai

Baterai merupakan komponen paling penting sekaligus paling mahal pada mobil listrik. Karena itu, konsumen perlu memahami secara detail cakupan garansi yang diberikan produsen.

Hal-hal yang perlu dicermati antara lain masa berlaku garansi, batas kilometer, hingga jenis kerusakan yang ditanggung. Saat ini, banyak produsen menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun atau sekitar 120.000–160.000 kilometer, meski ketentuan setiap merek dapat berbeda.

Pastikan asuransi mencakup kendaraan listrik

Selain garansi pabrikan, perlindungan melalui asuransi juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Konsumen disarankan memilih polis yang secara jelas memberikan perlindungan terhadap komponen khusus kendaraan listrik, termasuk baterai dan sistem kelistrikan bertegangan tinggi. Langkah ini penting mengingat biaya perbaikan maupun penggantian baterai dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Baca juga: Asuransi Syariah Kian Relevan di Tengah Ketidakpastian

Waspadai risiko banjir

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap risiko bencana, terutama banjir. Meski mobil listrik modern telah dirancang dengan sistem perlindungan baterai yang mampu menghadapi percikan air maupun genangan dalam batas tertentu, kendaraan yang terendam tetap berpotensi mengalami kerusakan serius pada baterai dan komponen elektronik.

Karena itu, konsumen sebaiknya memastikan garansi maupun polis asuransi memberikan perlindungan yang jelas terhadap risiko banjir untuk menghindari biaya perbaikan yang besar.

Meningkatnya popularitas mobil listrik menunjukkan perubahan preferensi masyarakat menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Namun, keputusan membeli kendaraan listrik sebaiknya juga dibarengi dengan pemahaman mengenai biaya kepemilikan dan perlindungan jangka panjang agar investasi tetap aman dan memberikan nilai optimal bagi pemiliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *