Markbiz, 27 Juli 2026 | Pemerintah Aceh terus mendorong percepatan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penguatan kolaborasi dan perluasan akses pasar. Salah satu upayanya diwujudkan melalui Aceh Business Grow Summit (AGS) 2026 yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Aceh pada 25–26 Juli 2026 di Banda Aceh.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga investor untuk membangun jejaring bisnis sekaligus merumuskan strategi pengembangan ekonomi daerah.
Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi talkshow yang menghadirkan Direktur PT Pesonna Optima Jasa Pegadaian Grup, Ferry Hariawan, serta Business Development Liverpool, Fadli Nora Iranda. Keduanya berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun konektivitas bisnis, memperluas jaringan, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Baca juga: Dari UMKM dan Startup: Mencari Peluang Green Business
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Feridian, mengatakan penyelenggaraan Aceh Business Grow Summit menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.
“Kami ingin berkontribusi dan bahu-membahu mewujudkan pertumbuhan ekonomi Aceh demi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Pelaku usaha merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Reza.
Reza mengatakan, kehadiran pembicara yang memiliki pengalaman di tingkat nasional maupun internasional diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi pelaku UMKM dan generasi muda dalam mengembangkan bisnis yang lebih kompetitif.
“Kami mengundang narasumber yang memiliki pengalaman dalam membangun connectivity, baik di tingkat global maupun lokal, sehingga para pelaku UMKM dan talenta muda Aceh dapat mengakses berbagai potensi yang ada, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Baca juga: POJ dan TOP Tambah Armada, Buka Peluang Kerja Baru bagi Mitra Driver
Selain memperluas wawasan bisnis, forum tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Aceh. Salah satu fokus yang didorong adalah pengembangan green economy dan blue economy, yang dinilai memiliki potensi besar bagi perekonomian daerah.
Reza menambahkan, pemerintah akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar Aceh mampu berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Indonesia.
“Melalui forum ini kami mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan investor agar dapat berinteraksi secara langsung, membuka peluang kerja sama bisnis, mendorong inovasi digital, serta mengembangkan talenta sebagai motor penggerak ekonomi jangka panjang,” tutupnya.
