Markbiz, 15 Juli 2026 – Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah perkembangan ekonomi syariah Indonesia. Selain menjadi konsumen, anak muda juga didorong tampil sebagai pelaku usaha, investor, hingga inovator yang mampu membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan Direktur PT Pesonna Optima Jasa (POJ), Pegadaian Group, Ferry Hariawan, dalam acara Future Talks – Sharia Economy & Youth Movement bertajuk “Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah Bersama Generasi Muda” yang diselenggarakan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Jakarta Selatan, Minggu (12/7), di Padel Room, Cipete, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Syariah a Hero.
Menurut Ferry, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bekerja, bertransaksi, hingga mengakses layanan keuangan. Karena itu, transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan kemitraan yang sehat agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ekonomi syariah hadir bukan hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan setiap aktivitas bisnis berjalan berdasarkan prinsip kejujuran, transparansi, dan memberikan kemanfaatan bagi seluruh pihak,” ujar Ferry.
Lebih jauh dia menyatakan, sebagai bagian dari transformasi bisnis, POJ terus memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga perbankan syariah guna mendukung pembiayaan yang sehat dan produktif.
Baca juga: POJ dan TOP Tambah Armada, Buka Peluang Kerja Baru bagi Mitra Driver
Dukungan tersebut kemudian diwujudkan melalui pengembangan bisnis agen yang diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah secara lebih mudah, aman, dan transparan.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga menyoroti besarnya peluang generasi muda untuk berkontribusi melalui investasi halal dan pengembangan bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Salah satu contoh implementasinya, kata dia, adalah pengembangan bisnis rental kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang dilakukan POJ. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi hijau sekaligus mengurangi emisi karbon.
“Bisnis syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Inovasi seperti kendaraan listrik menunjukkan bahwa ekonomi syariah mampu berjalan selaras dengan perkembangan teknologi dan agenda pembangunan berkelanjutan,” jelas Ferry.
Ferry juga menyinggung bonus demografi yang dimiliki Indonesia yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun keuntungan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, POJ saat ini mengelola lebih dari 25.000 tenaga kerja melalui bisnis alih daya (outsourcing) di berbagai sektor. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan pekerjaan yang layak, meningkatkan kompetensi SDM, sekaligus membuka kesempatan memperoleh penghasilan yang halal dan bermartabat.
Baca juga: Tren Investasi Halal di Kalangan Gen Z: Dari Sukuk hingga Saham Syariah
Gaya Hidup Finansial yang Sehat
Ferry, yang berpengalaman di industri gadai selama lebih dari tiga dekade juga mengingatkan pentingnya membangun gaya hidup finansial yang sehat di tengah maraknya layanan keuangan digital. Ia menilai kemudahan memperoleh pembiayaan harus diimbangi dengan literasi keuangan, agar masyarakat tidak terjebak pada pinjaman berbunga tinggi maupun praktik pinjaman online ilegal.
Sebagai salah satu solusi, POJ mengembangkan program kemitraan rental kendaraan dalam ekosistem ride hailing. Program tersebut dirancang agar masyarakat memiliki akses terhadap kendaraan untuk bekerja melalui skema kemitraan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada aktivitas ekonomi riil.
Menutup paparannya, Ferry menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi syariah tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan bisnis, melainkan dari kemampuannya menciptakan kesejahteraan, memperluas kesempatan kerja, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Generasi muda memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah melalui inovasi, kewirausahaan, investasi yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana,” tutup Ferry.

2 thoughts on “Generasi Muda Dinilai Jadi Penentu Masa Depan Ekonomi Syariah”