Markbiz.id, Jakarta 7 Juli 2026 |Tiga bulan setelah merger Moratelindo dan MyRepublic resmi efektif, MoraRepublic langsung tancap gas memperkuat posisi di pasar broadband nasional yang kian sengit.
Perusahaan yang sudah melayani lebih dari 2,6 juta pelanggan ritel itu menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama ZTE Corporation di ajang MWC Shanghai 2026, awal Juli ini.
Baca juga: AI Kian Diandalkan UMKM, Asisten GrabMerchant Tembus 1 Juta Penggunaan
Kolaborasi ini menargetkan perluasan layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-Home (FTTH) untuk segmen rumah tangga dan korporasi di seluruh Indonesia.
Langkahnya terukur: menggabungkan backbone Moratelindo, pengalaman ritel MyRepublic, dan teknologi global ZTE dalam satu ekosistem jaringan yang terintegrasi.
FWA dan FTTH: Dua Senjata Ekspansi Sekaligus
MoraRepublic tidak memilih satu teknologi, melainkan memainkan dua kartu sekaligus dalam strategi ekspansi nasional yang ambisius.
FTTH menjadi tulang punggung di kawasan urban padat, sementara FWA menjangkau wilayah yang belum terlayani kabel serat optik sama sekali.
Target ekspansi mencakup 179 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga Bali dan Nusa Tenggara.
ZTE hadir membawa metodologi implementasi skala besar yang sudah teruji di puluhan pasar internasional dengan berbagai kondisi geografis.
“Dengan menggabungkan kekuatan infrastruktur dan kemampuan eksekusi lokal MoraRepublic, kami bertujuan meningkatkan akses broadband dan kualitas layanan bagi pelanggan residensial maupun korporasi, sekaligus menghadirkan pendekatan implementasi yang praktis, mudah dikembangkan sesuai kebutuhan, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Liu Sen, President Director ZTE Indonesia.
Jaringan Pintar Berbasis AI, Bukan Sekadar Infrastruktur
Yang membedakan kolaborasi ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pendekatan operasional berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kedua perusahaan akan mengembangkan arsitektur jaringan end-to-end berbasis AI untuk mendukung optimasi jaringan secara real-time dan jaminan kualitas layanan otomatis.
Cakupannya termasuk aktivitas proof-of-concept (PoC), program inovasi bersama, dan berbagi pengetahuan teknis antarkedua pihak.
Bagi pengguna rumahan berusia produktif yang kerja dari rumah atau streaming setiap hari, ini artinya koneksi lebih stabil dan gangguan lebih minim.
Persaingan Broadband Makin Panas, Konsumen Berpeluang Diuntungkan
Masuknya dukungan ZTE memperkuat posisi MoraRepublic di pasar yang kian ramai setelah WiFi.id juga memperkuat layanan serupa.
CFO MoraRepublic Yopie Widjaja menegaskan bahwa kemitraan ini lebih dari sekadar urusan teknologi.
“Kemitraan antara MoraRepublic dan ZTE merupakan langkah strategis untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi digital yang lebih inklusif. Seiring terus mengintegrasikan dan mengembangkan kekuatan gabungan, fokus kita adalah membangun fondasi broadband yang lebih kuat dan efisien guna memenuhi permintaan konektivitas berkualitas dan berkecepatan tinggi yang terus meningkat secara berkelanjutan.”
Yopi menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, jaringan broadband dikembangkan dengan pendekatan yang lebih cerdas agar layanan menjadi lebih andal, kinerja jaringan semakin optimal, dan pelanggan dapat menikmati pengalaman digital yang lebih baik. Kolaborasi ini merupakan sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem infrastruktur digital yang lebih fleksibel untuk mendukung inovasi, pertumbuhan bisnis, dan inklusi digital yang lebih luas di seluruh Indonesia.”
Baca juga: Talenta Digital Muda Dituntut Tak Hanya Menguasai Teknologi
Penetrasi fixed broadband Indonesia yang masih di bawah 25% menjadi ruang tumbuh yang besar bagi semua pemain.
Pada akhirnya, persaingan yang kian ketat antara pemain besar justru menguntungkan konsumen serta lebih banyak opsi, harga lebih kompetitif, dan kualitas yang meningkat.
