The Bath Box Buka Flagship Store di Bekasi

The Bath Box The Bath Box menghadirkan konsep personalisasi produk perawatan diri melalui peluncuran hand cream baru dan flagship store di Bekasi.

Markbiz, 30 Juni 2026 — Industri kecantikan dan perawatan diri terus berkembang seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mencari produk dengan nilai personal, bukan sekadar fungsi. Tren tersebut mendorong sejumlah brand lokal menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan dan karakter pengguna.

Melihat perubahan itu, The Bath Box meluncurkan dua produk baru, yakni 365 Flower Hand Cream dan Minis Hand Cream, sekaligus meresmikan flagship store terbaru di Summarecon Mall Bekasi 1, pada 27 Juni lalu.

CEO dan Co-Founder The Bath Box, Nikolaus Kristama, mengatakan konsumen saat ini mulai melihat produk perawatan diri sebagai bagian dari ekspresi personal.

Baca juga: Startup Indonesia Ditantang Ciptakan Inovasi Baru di Industri Kecantikan

“The Bath Box berkomitmen menghadirkan pengalaman self-care yang terasa lebih personal dan bermakna. Konsumen tidak hanya mencari produk dengan fungsi yang baik, tetapi juga produk yang mampu merepresentasikan diri mereka,” ujar Nikolaus.

Produk 365 Flower Hand Cream mengangkat konsep bahwa setiap tanggal memiliki makna melalui representasi bunga yang berbeda. Ilustrasi pada produk tersebut dibuat secara manual oleh ilustrator lokal di Bali, dengan tiga aroma utama Bloom, Floriental, dan Poem, serta varian tambahan Goji, Cherry, dan Vetiver.

Sementara itu, Minis Hand Cream dikembangkan dengan pendekatan yang lebih ekspresif melalui berbagai desain yang menyasar beragam kelompok usia. Koleksi ini menghadirkan 151 desain yang terbagi dalam kategori Adult, Teen, dan Kids.

Pengalaman Belanja yang Lebih Personal

Selain memperkenalkan produk baru, The Bath Box juga memperluas kehadiran fisiknya melalui flagship store di Summarecon Mall Bekasi 1.

CMO dan Co-Founder The Bath Box, Angelinda Fransisca, mengatakan toko tersebut dirancang bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang bagi konsumen untuk mengenal dan memilih produk sesuai preferensi mereka.

“Melalui flagship store terbaru di Summarecon Mall Bekasi, kami ingin menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan interaktif bagi konsumen. Store ini bukan hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi ruang bagi konsumen untuk mengeksplorasi produk yang paling merepresentasikan diri mereka,” kata Angelinda.

Di toko tersebut, konsumen dapat memilih desain hand cream sesuai karakter atau makna tertentu melalui konsep personalized hand cream experience. Selain itu, tersedia area The Gift Atelier yang memungkinkan pelanggan menambahkan sentuhan personal pada hadiah melalui hangtag khusus.

Konsep personalisasi ini juga melibatkan artisan lokal Jejen Zainal atau Pak Zaenal dari Pasar Tebet sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaku usaha kreatif lokal.

Baca juga: SAATNYA BRAND MELIRIK KONTEN KREATOR MIKRO & NANO

Pertumbuhan industri kecantikan lokal dalam beberapa tahun terakhir turut mengubah cara perusahaan membangun hubungan dengan konsumen. Produk tidak lagi hanya bersaing dari sisi formula, tetapi juga melalui cerita, pengalaman, dan kedekatan emosional dengan pengguna.

The Bath Box, yang berdiri sejak 2013, menyebut pendekatan natural dan mindful self-care menjadi bagian dari pengembangan produknya. Salah satu produk andalannya, Goats Don’t Lie, diklaim telah terjual lebih dari satu juta unit.

Melalui inovasi produk dan penguatan jaringan ritel, The Bath Box berupaya memperluas akses konsumen terhadap produk perawatan diri lokal sekaligus mengikuti perubahan preferensi pasar yang semakin mengutamakan pengalaman personal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *