Home » Incar Pasar Global, DBS Boyong Reksa Dana Syariah USD

Incar Pasar Global, DBS Boyong Reksa Dana Syariah USD

Markbiz, 30 September 2026 | PT Bank DBS Indonesia bersama PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) resmi meluncurkan produk reksa dana syariah offshore berdenominasi dolar AS bernama Batavia Gold Sharia Equity USD.

Peluncuran instrumen investasi terbaru ini ditujukan untuk memberikan akses bagi investor domestik ke saham-saham perusahaan global di sektor emas, perak, logam mulia, serta komoditas terkait yang memenuhi prinsip syariah.

Akses Investasi Syariah ke Komoditas Global

Bank DBS Indonesia bertindak sebagai salah satu agen penjual utama dengan menetapkan minimum pembelian awal sebesar USD10.000. Melalui produk ini, investor bertipe agresif dan memiliki toleransi risiko tinggi dapat melakukan diversifikasi portofolio ke pasar ekuitas global tanpa harus membeli emas fisik secara langsung.

Baca juga: Investasi Emas Tak Lagi Sekadar Fisik 

Melfrida Gultom, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, , menjelaskan bahwa dinamika ekonomi global menuntut investor untuk menerapkan strategi investasi yang terukur dan terdiversifikasi.

“Saham di sektor emas dan komoditas menjadi salah satu instrumen yang relevan untuk investor berprofil risiko agresif dalam mengelola volatilitas pasar modal global,”terang Melfrida.

Kerja sama ini dipicu oleh dinamika ekonomi global pada kuartal IV 2026 yang diwarnai oleh fluktuasi ekspektasi suku bunga, dinamika nilai tukar, dan tingginya harga energi.

Meski kinerja aset berisiko tergolong stabil berkat peningkatkan laba korporasi, Chief Investment Office (CIO) DBS menilai investor perlu mengambil langkah selektif dengan memperluas eksposur portofolio ke sektor komoditas strategis.

Pandangan CIO DBS menempatkan emas dan komoditas global sebagai aset penting dalam strategi overweight.

Keputusan tersebut didorong oleh permintaan jangka panjang terhadap sumber daya alam, kebutuhan transisi energi, pembangunan infrastruktur global.

Serta isu ketahanan pangan dan energi. Kondisi ini diperkuat oleh data Agustus 2026 yang mencatat arus dana masuk (inflow) ke ETF emas global sebesar US$18 miliar, yang mendorong total aset kelolaan (*AUM*) mencapai US$615 miliar.

Diversifikasi Portofolio di Tengah Volatilitas Pasar

Secara teknis, Batavia Gold Sharia Equity USD mengelola portofolio yang mencakup sekitar 56 perusahaan global. Proses pemilihan efek dilakukan melalui analisis fundamental ketat yang menilai kualitas manajemen, kesehatan finansial, proyeksi pertumbuhan bisnis, dan manajemen risiko korporasi.

Produk ini mencakup lini bisnis yang luas, mulai dari pertambangan emas, perak, hingga logam industri seperti tembaga dan aluminium yang dinilai berpotensi menjadi pelindung nilai (hedging) terhadap inflasi.

Baca juga: Investasi Bukan Sekadar Konsisten Menyisihkan Uang 

Melfrida menambahkan, integrasi layanan ini didukung oleh infrastruktur digital melalui aplikasi DBS digibank. Layanan tersebut dikombinasikan dengan panduan dari wealth specialist Bank DBS Indonesia untuk membantu nasabah menyusun portofolio yang presisi sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang.

Sementara itu, Lilis Setiadi Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, mengungkapkan bahwa perluasan akses ke instrumen berbasis ekuitas syariah global berdenominasi dolar AS ini memberikan perspektif baru bagi pemodal di Indonesia.

Diversifikasi tidak lagi terbatas pada variasi kelas aset lokal, tetapi juga mencakup cakupan geografis dan tematik di pasar internasional. Hadirnya Batavia Gold Sharia Equity USD menambah deretan opsi investasi syariah berbasis teknologi di pasar finansial Indonesia.

Sinergi antara manajer investasi dan lembaga perbankan digital ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan partisipasi pemodal domestik pada pertumbuhan industri komoditas global secara transparan dan terukur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *