Ride Hailing Makin Gemuk Armada, Persaingan Driver Makin Ketat

Kendaraan Sewa Menjadi Pilihan Baru Pekerja Mandiri, Tetapi Ketergantungan Platform Masih Menjadi Tantangan

Markbiz, Jakarta 2 Juli 2026 | Menjadi pengemudi ojol kini tidak lagi butuh modal beli kendaraan. Skema sewa armada yang dikembangkan PT Trans Optima Perkasa (TOP) bersama PT Pesonna Optima Jasa (POJ) mengubah cara masyarakat masuk ke sektor transportasi digital, cukup daftar, kendaraan langsung tersedia.

Dalam dua tahun operasional, TOP telah menyerap 1.400 pekerja mandiri di Jabodetabek dengan model penyewaan kendaraan roda empat untuk mitra driver Gojek. Angka itu bukan kecil, mengingat perusahaan ini baru berdiri sejak 2023.

Melalui perjanjian kerja sama TOP dan POJ, resmi menambah 250 unit kendaraan untuk mitra driver Gojek di wilayah Jabodetabek. Penambahan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari tekanan struktural yang sedang terjadi di pasar tenaga kerja.

Dari 250 unit tersebut, 200 unit merupakan kendaraan berbahan bakar bensin (ICE) dan 50 unit kendaraan listrik (EV). Dengan tambahan ini, total armada yang dikelola TOP kini mencapai 1.650 unit, melayani sekitar 1.650 mitra driver pekerja mandiri di Jabodetabek.

CEO PT Trans Optima Perkasa Agung Beratha menyebut bahwa permintaan kendaraan listrik dari mitra driver terus tumbuh signifikan. Ia tidak menyembunyikan angkanya.
“Permintaan kendaraan EV dari mitra driver terus meningkat, sekarang angkanya mencapai sekitar 80 persen. Tahun ini kami menargetkan kendaraan EV mencapai 500 unit. Selain itu, kami juga berencana masuk ke kota-kota tier dua untuk roda empat, dan bersama POJ ada rencana masuk ke penyewaan kendaraan roda dua,” ujar Agung.

Angka itu menarik, tapi juga memunculkan pertanyaan. Infrastruktur pengisian daya (SPKLU) di wilayah operasional driver ojol masih sangat terbatas.

Driver yang berbasis di pinggiran Jabodetabek menghadapi risiko nyata: antrean pengisian, jarak tempuh terbatas, dan gangguan operasional yang berpotensi memotong pendapatan harian.

Pro & Kontra di Masyarakat

Direktur POJ Ferry Hariawan menegaskan bahwa skema ini dirancang untuk memberi kepastian bukan sekadar menyewakan kendaraan.
“Melalui kerja sama ini ada satu hal yang bisa kita dapatkan, antara lain mengurangi angka pengangguran. Mitra driver tidak hanya mendapatkan unit kendaraan, tetapi juga kepastian income. Mereka juga tidak perlu membuang waktu untuk perawatan kendaraan,” kata Ferry.

Model sewa kendaraan semacam ini memang relevan di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Bagi calon driver yang tidak memiliki modal awal untuk membeli kendaraan, skema TOP menjadi pintu masuk yang realistis ke sektor transportasi digital.

Namun tidak semua pihak sepakat bahwa penambahan armada adalah kabar baik. Lebih banyak unit berarti lebih banyak driver aktif berebut penumpang di ruas yang sama.

Di kota-kota dengan kepadatan driver tinggi seperti Jakarta, penambahan ribuan unit baru justru berpotensi menekan tarif efektif per driver dan memperpanjang waktu tunggu order.

Selain itu, rencana ekspansi TOP ke kota tier dua perlu dicermati. Kota-kota seperti Bekasi, Bogor, atau Depok memiliki pola mobilitas berbeda yaitu dominasi motor dan jarak tempuh pendek yang belum tentu cocok dengan model armada roda empat.

Target 1.000 Unit, Ambisius tapi Terukur?

POJ dan TOP menargetkan evaluasi tiga bulan sebelum menambah armada hingga 1.000 unit. Ini menunjukkan kehati-hatian bisnis tapi juga mengisyaratkan ekspansi masif yang, jika tidak diimbangi pertumbuhan permintaan pengguna, bisa menciptakan surplus armada tidak produktif.

Di sisi lain, POJ membawa dimensi baru, edukasi investasi emas Pegadaian kepada mitra driver dan penumpang. Langkah ini menarik secara ekosistem, meski relevansinya terhadap kebutuhan harian driver masih perlu dibuktikan.

Industri ride hailing Indonesia sedang berada di persimpangan: antara memperluas akses kerja dan menjaga kualitas pendapatan driver. Penambahan 250 unit ini adalah ujian kecil sebelum ekspansi besar yang sesungguhnya.

One thought on “Ride Hailing Makin Gemuk Armada, Persaingan Driver Makin Ketat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *