Markbiz, 23 Juni 2026 — Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami persoalan di balik perubahan yang terjadi. Kemampuan berpikir kritis, menganalisis masalah, dan merancang solusi berbasis riset menjadi kompetensi penting di tengah transformasi digital yang semakin cepat.
Hal inilah yang menjadi fokus NextGen Digital Impact Competition, kompetisi nasional yang digelar Monash University, Indonesia bersama Sinar Mas Land untuk mendorong mahasiswa mengkaji berbagai tantangan di bidang Digital Business dan Information Technology.
Melalui kompetisi ini, peserta tidak sekadar diminta menghadirkan gagasan teknologi, tetapi juga memahami akar persoalan, dampaknya terhadap masyarakat maupun industri, serta menyusun solusi berdasarkan pendekatan penelitian. Proses tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan analitis dalam menghadapi kompleksitas ekosistem digital.
Baca juga: 13 Startup Dengan Pertumbuhan Tertinggi 2026
“NextGen Digital Impact Competition merupakan upaya Monash untuk mendorong generasi muda melihat teknologi tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui pendekatan berbasis riset dan analisis, kami ingin membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional maupun perkembangan industri di masa depan,” ujar Dr. Yessy Arnold Perangin Angin, Vice President of Education Monash University, Indonesia.
Menghubungkan Riset dengan Persoalan Nyata
Kompetisi ini berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan Problem Statement Essay, seleksi oleh dewan juri, hingga presentasi final. Para peserta ditantang untuk menyusun analisis mengenai isu yang mereka pilih, mengidentifikasi akar masalah, serta melihat dampaknya dari berbagai sudut pandang.
Pada tahap akhir, peserta mempresentasikan hasil kajian di hadapan panel juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi industri. Penilaian mencakup kedalaman analisis, relevansi isu, pemahaman terhadap dampak, serta kemampuan menyampaikan argumen secara sistematis dan berbasis data.
Baca juga: Startup Indonesia Ditantang Ciptakan Inovasi Baru di Industri Kecantikan
Dua peserta terpilih sebagai pemenang kompetisi 2026, yakni Clara Sutanto dari program Digital Business melalui riset berjudul “Caring for the Forgotten Generation” dan Darlene Jovela Rachmat dari Information Technology melalui riset “The Digital Divide in Healthcare: How Accessible is AI in Rural Indonesia?”. Kedua karya tersebut mengangkat isu sosial dan teknologi dengan pendekatan analitis terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Dukungan terhadap pengembangan talenta digital juga menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Sinar Mas Land menilai penguatan kapasitas generasi muda merupakan salah satu investasi penting untuk menghadapi kebutuhan sumber daya manusia di masa depan.
“Melalui dukungan kami terhadap Program Beasiswa NextGen Undergraduate di Monash University, Indonesia, kami berupaya memperluas akses terhadap pendidikan bertaraf dunia serta memberdayakan generasi penerus dengan pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir global yang dibutuhkan untuk berkembang di tengah lanskap internasional yang semakin kompetitif,” ujar Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land.

3 thoughts on “Talenta Digital Muda Dituntut Tak Hanya Menguasai Teknologi”